pulau kalimantan indonesia
Nyaru Menteng kalimantan tengah

Arboretum Nyaru Menteng Kalimantan Tengah

Diterbitkan dalam kategori: Flora & Fauna, Kalimantan Tengah, Tempat Wisata

Arboretum Nyaru Menteng merupakan sebuah kawasan pelestarian plasma nuftah ekosistem hutan rawa yang di golongkan ke tipe hutan tropik dataran rendah, dengan mayoritas struktur tanah berawa dan bergambut.

Di kawasan seluas 65 hektar lebih inilah yang saat ini menjadi pusat penangkaran Orangutan dan hewan-hewan lainnya. Ada beberapa tempat penangkaran hewan di Kalimantan diantaranya adalah BOS (Borneo Orangutan Survival) di Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur, dan Arboretum Nyaru Menteng adalah salah satu penangkaran (BOS) yang terletak di wilayah Kalimantan Tengah.

Sejarah Arboretum Nyaru Menteng

Nyaru Menteng kalimantan tengahAwal berdirinya Arboretum Nyaru Menteng dimulai sejak tahun 1988 oleh Departemen Kehutanan Kantor Regional Kalimantan Tengah. Kemudian pada proses selanjutnya kawasan Nyaru Menteng telah diusulkan kepada Menteri Kehutanan untuk dijadikan Taman Hutan Raya (Tahura) Seluas 150 Ha oleh Gubernur Propinsi Kalimantan Tengah.

Pada awalnya tempat ini digunakan untuk “Nyaru menteng Orangutan Project” yaitu sebuah kegiatan untuk menyelamatkan Orangutan beserta primata dan hewan lainnya yang dilindungi. Nyaru menteng Orangutan Project dipimpin oleh Lone Droscher.

Lone Droscher pernah menghabiskan masa selama 4 (empat) tahun menjadi relawan di Tanjung Putting dalam kegiatan penyelamatan bayi-bayi Orangutan sebelum akhirnya memutuskan untuk mendirikan sendiri sebuah kegiatan penyelamatan Orangutan yang dikenal dengan sebutan “Nyaru menteng Orangutan Project” yang berlokasi di Nyaru Menteng.

Hingga saat ini tercatat lebih dari 150 orang terlibat dalam Nyaru menteng Orangutan Project seperti Dokter Hewan, Baby Sister, Teknisi dan lain-lain.

Flora dan Fauna di Arboretum

Walapun Arboretum Nyaru Menteng merupakan kawasan yang digunakan untuk pusat penangkaran OrangutanNyaru Menteng kalimantan tengah tetapi pada prosesnya di tempat ini juga terdapat beberapa hewan lainnya seperti Beruang Madu (Sun Bear) yang terkenal sebagai beruang tekecil didunia. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat penangkaran, hutan ini juga difungsikan sebagai tempat tinggal bagi beberapa hewan liar lainnya seperti Burung Beo, Burung Cucak Rowo, Biawak, Monyet, dan hewan-hewan liar lainnya.

Jenis tanah di Arboretum Nyaru Menteng yang termasuk kedalam jenis Alluvial, Organosol dan Pasir Kuarsa menjadikan tempat ini dipenuhi oleh rawa-rawa dan gambut dengan pohon-pohon berakar tunjang seperti bakau dan lain-lain.

Terdapat 43 family pepohonan dengan spesies lebih dari 139 jenis tumbuh subur di Arboretum Nyaru Menteng. Diantaranya adalah:

  1. Ramin(Gonistylus bancanus)
  2. Meranti rawa(Shorea spp)
  3. Mahang(Macaranga maingayi)
  4. Geronggang(Cratoxylon arborescens)
  5. Makakang(Melastoma sp)
  6. Kapur Naga(Dryobalanop sp)
  7. Kempas(Koompasia malaccensis)
  8. Rengas(Gluta Rengas)
  9. Palawan(Tristania maingayi)
  10. Belangiran(Shorea balangeran)
  11. Punak(Tretramerista glabra)
  12. Terentang(Camnospermum sp)
  13. Mentibu(Dactylocladus stenostachys)
  14. Bintangur(Callophyllum sp)
  15. Jelutung(Dyera costulata)
  16. Agathis(Agathis sp)
  17. Bangkirai(Hopea sp)
  18. Gelam Tikus(Melaleuca leucadendron)
  19. Jambu-jambu(Eugenia sp)
  20. Tumih(Combretocarpus rotundotus)
  21. Kantong Semar Nepenthes raffesiana
  22. Kantong Semar maxima
  23. Kantong Semar ampullaria
  24. Kantong Semar Gracilis Alau(Dacridium sp)
  25. Galam(Eucalyptus sp)
  26. Nangka(Arthocarpus heterophylus)
  27. Sinonim(Arthocarpus integra)
  28. Jambu Mente(Anacardium occidentale)
  29. Rambutan(Nephelium lappaceum)
  30. Saga(Adenathera microsperma)
  31. Akasia(Acacia auliculiformis)
  32. Sungkai(Peronema canescens)
  33. Cempedak(Arthocarpus cempedak)
  34. Durian(Durio zibethinus)
  35. Cemara(Casuarina sp) dan lain-lain.

Dengan kekayaan alam khas tropis menjadikan tempat ini sering digunakan untuk tempat penelitian. Lebih dari 36 jenis tumbuhan obat juga terdapat di hutan ini.

Berwisata ke Arboretum Nyaru Menteng

Nyaru Menteng kalimantan tengahPengkaran Orangutan serta adanya penagkaran beberapa hewan lainnya di Arboretum Nyaru Menteng menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan local maupun wisatawan asing yang ingin langsung menyaksikan atau terlibat dalam proses penangkaran, perawatan, dan pelepasan kembali Orangutan dialam bebas.

Sehingga tidak salah apabila Arboretum Nyaru Menteng termasuk salah satu objek wisata pendidikan yang perlu untuk dikunjungi.

Selain kegiatan-kegiatan diatas wisatawan yang berkunjung juga akan mendapatkan pendidikan konservasi orangutan, pengenalan ekosistem rawa gambut, dan lain-lain.

Arboretum Nyaru Menteng juga sering di gunakan oleh para pencinta alam untuk tempat berkemah.

Selain menikmati keindahan alam anda juga dapat mendatangi kandang serta menyaksikan secara langsung kelucuan orangutan dan beberapa hewan lainnya.

Bagi anda yang suka berjalan-jalan dan bereksplorasi tempat ini juga telah dilengkapi dengan jembatan kayu yang panjangnya mencapai 5 (lima) kilometer.

Arboretum Nyaru Menteng hanya memberikan akses pada hari-hari libur saja.

Lokasi Arboretum Nyaru Menteng

Arboretum Nyaru Menteng berada di sebelah Timur Jalan Raya Tjilik Riwut, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia.

Akses Menuju Arboretum Nyaru Menteng

Jika anda berada di Kota Palangkaraya anda dapat meneruskan perjalanan menuju desa Tahai yang berjarak 28 kilometer dengan menggunakan kendaraan umum maupun pribadi.

Akomodasi

Di Arboretum Nyaru Menteng terdapat area parkir yang luas, Pusat Informasi, Bumi Perkemahan, Pondok Kerja, Aula Pertemuan, Mushola, Toilet.

Penginapan tidak terdapat disekitar daerah ini. Penginapan hanya dapat ditemui di Kota Palangkaraya.

Tips

Jika anda ingin berkunjung dan menyaksikan langsung Orangutan dan Beruang Madu sebaiknya anda datang pada hari-hari libur. Karena selain hari libur area penangkaran (Arboretum) tidak dibuka.

Sebaiknya anda berkunjung mulai pagi hari karena tidak terdapat penginapan disekitar tempat ini.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *